BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kurikulum merdeka yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan peserta didik di masa pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.
"Kini kurikulum merdeka sudah diterapkan. Itu berarti, bahwa ratusan ribu peserta didik kita sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan," tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lamandau, Abdul Kohar, Kamis 14 Juli 2022.
Dengan penerapan kurikulum merdeka, peserta didik dan guru wajih meningkatkan literasi baca tulis untuk memberikan pengetahuan dan kecakapan.
Untuk selanjutnya menganalisis, menanggapi dan menggunakan teks tertulis guna mencapai tujuan, mengembangkan pemahaman dan potensi, menumbuhkan sikap toleransi serta untuk berpartisipasi di lingkungan sosial.
Modelnya dengan membiasakan peserta didik membaca pada lima belas menit pertama sebelum pelajaran dimulai.
"Kepada setiap lembaga atau satuan pendidikan diharapkan memiliki pojok baca pada setiap kelas atau ruang belajar," imbuhnya. (HENDI NURFALAH)









