Pria yang tampak misterius yang selalu berada besama dengan  dr Rica, adalah Eko Purnomo. Dia inilah yang memiliki andil besar dalam kasus menghilangnya dr Rica tersebut. Karena itu, hari ini Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menetapkan Eko Purnomo bersama isterinya Venny Orinanda sebagai tersangka.  Keduanya dijerat pasal 328 KUHP dan pasal 332 KUHP tentang penculikan dan membawa lari orang dewasa.

Kedekatan Eko Purnomo dengan dr Rica tampak sekali saat mereka berada di Pangkalan Bun.  Dan Eko, tampak berperan sebagai pemimpin  rombongan tersebut.

Sebagaiamana informasi yang berhasil dikorek petugas Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Eko Purnomo dan rombongan (Venny  Orinanda-istri Eko dan  Krisna Fitriarta -adik Eko), sudah datang menggunakan bus dari Mempawah-Kalimantan Barat pada Kamis 7 Januari 2016. Mereka kemudian menginap di sebuah hotel melati, Hotel Diana.

Nah, apa yang mereka kerjakan selama berada di Pangkalan Bun?  Baik Eko maupun dr Rica selalu menjawab dengan jawaban yang sama, yaitu ‘mencari pekerjaan’.   ‘’Setiap kami tanyakan kegiatan mereka selama di Pangkalan Bun, jawabannya selalu sama, yaitu cari kerja,” kata Kapolres Kobar, AKBP Heska Wahyu Widodo, melalui kepala Urusan (Kaur) Reserse Kriminal (Reskrim) Ipda Mujiyo, Selasa (12/1/2016).

Aura aneh tercermnin dari air muka dan bola mata mereka, seperti dalampengaruh hipnotis. “Raut muka danatatapan mata mereka terkesan kosong,” ungkap Mujiyo.

Tampaknya mereka menyembunyikan sesuatu.  Kuat dugaan, mereka berkoordinasi, berinteraksi dengan anggota Gafatar yang ada di Pangkalan Bun dan sekitarnya.  Informasi yang diperoleh Borneonews menyebutkan, di kawasan ini tahun 2014 lalu sudah ada kelompok yang  ingin mendaftarkan diri organisasi Gafatar. “Mereka diwakilki tiga orang,” kata petugas dari Kebangpolinmas setempat. “Tetapi kami tolak,” lanjutnya.

Di sisi lain Komandan Kodim 1014/Pangkalan Bun, Letkol Inf Suparman, mengaku sekitar sebulan lalu anggotanya melaporkan kehadiran mereka antara lain di Desa Rungun, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kobar.

Jumlah anggota Gafatar di Kolam itu 26 orang. “Keberadaan dan aktivitas mereka masih terus dipantau,” kata Suparman. (*)