PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan mampu mengatasi permasalahan krisis listrik di sana.
“Ketika ini sudah diresmikan, maka masyarakat dapat menikmatinya. Kemudian, ini juga menjadi dewa penolong masyarakat di Suling Tambun yang selama ini tidak tersentuh listrik. Boleh jadi kita katakan tidak ada listrik sama sekali,” kata Bupati Seruyan Sudarsono, usai meresmikan operasional PLTMH Suling Tambun di Desa Tumbang Langkai, Senin (11/1).
Bupati mengatakan, pembangunan PLTMH menjadi kebanggaan Seruyan.
Di samping membantu masyarakat di Suling Tambun yang tidak pernah ada listrik, tetapi juga ini merupakan salah satu PLTMH terbesar yang dibangun di Kalimantan Tengah.
“PLTMH Suling Tambun ini berkapasitas 250 KVA, dan dari totalnya itu baru setengahnya saja yang baru digunakan,” katanya.
Dikatakannya lebih lanjut, tinggal dua desa terdekat yang perlu ditambah untuk masalah jaringan dan instalasi dan itu diperhitungkan masih mencukupi.
Apabila masuk di anggaran perubahan, maka pemkab akan membuat jaringan ke dua desa tersebut.
“Satu ibukota kecamatan dan tiga desa ini saja sudah hampir penuh, tetapi tetap bisa kita tambah,” terangnya.
Sudarsono mengungkapkan, pihaknya masih mencoba melihat potensi lain, dan ada satu lagi potensi alam berupa tenaga air yang cukup besar untuk menjadi pembangkit listrik, yakni di Desa Mojang Baru, Kecamatan Seruyan Hulu.
“Saya sudah pernah melihat langsung dan ini mau kita lihat lagi. Apakah potensi itu lebih besar dari yang ada di Suling Tambun atau tidak. Kalau lebih besar maka akan kita kembangkan walaupun Desa Mojang Baru ini jauh dari desa yang lain,” kata Sudarsono.
Dan jika memang ada potensinya, maka pemkab akan mengembangkannya.
Pemkab juga akan mencoba meminta ke kementerian untuk membangun lagi.
Sudarsono menambahkan, dari program pemkab di 2016, untuk desa yang belum teraliri listrik berjumlah tiga. Solusinya yakni menggunakan PLTS.
(PP/B-11)


