BORNEONEWS, Sukamara - Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan dalam rangka antisipasi bencana banjir dan karhutla di Kabupaten Sukamara sebagai upaya merefresh stakeholder untuk menjaga Bumi Gawi Barinjam dari bencana.
Kapolres Sukamara, AKBP Dewa Made Palguna mengatakan bahwa apel yang pihkanya laksanakan adalah untuk merefresh kembali dengan stakeholder terkait dalam kebersamaan menjaga Kabupaten Sukamara terhindar dari bencana dan penyebaran penyakit-penyakit yang sedang intensi belakangan ini.
"Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, kita jangan sampai terlena dengan situasi cuaca kadang-kadang hujan kadang-kadang panas. Jadi hal-hal ini kita antisipasi," kata AKBP Dewa, Jumat, 15 Juli 2022.
Menurut dia, selain bencana banjir dan kebakaran hutan dan lahan, masalah penyakit yang saat ini banyak muncul juga menjadi perhatian pihaknya, salah satunya adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Dalam apel juga sudah saya sampaikan, Rob juga kami atensi, PMK dan covid-19 juga masih kami atensi bukan kami abai," ujarnya.
--page
Dewa menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan saat ini adalah pihaknya terus bergerak tengah masyarakat melalui babinkamtibmas yang setiap hari turun untuk menerima laporan dari masyarakat.
"Dan kami juga melakukan trobosan-trobosan menggaet tokoh-tokoh yang ada di tingkat RT dan desa," tukas AKBP De2a Made Palguna.
Sementara itu, Wabup Sukamara H Ahmadi mengatakan bahwa apel gelar pasukan adalah momen yang sangat bagus untuk melihat kesiapan Sukamara dalam menghadapi bencana, terlebih saat ini sarana yang dimiliki cukup terbatas.
"Kita memahami bahwa sarana dan prasarana memang agak kurang, tetapi dengan kekompakan kita, dengan kerjasama kita, Insya Allah semuanya akan bisa kita kendalikan. Yang mana Ini adalah Leading sektornya pemerintah daerah BPBD kami terima kasih kepada TNI Polri dan seluruh stakeholder yang bisa mengamankan ini," tukas H Ahmadi. (NORHASANAH/B-5)









