PENGGANTIAN tujuh tiang listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN), yang roboh akibat banjir Senin (11/1) di Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) akhirnya bisa diselesaikan. Sejak Rabu (13/1) sore, aliran listrik PLN untuk wilayah Kecamatan Kolam dan daerah sekitarnya kembali pulih.

Manager PLN Rayon Pangkalan Bun, Purwanto mengatakan, jaringan listrik PLN untuk jalur Kolam dan sekitarnya sudah kembali normal. Pada Rabu sore, tiang-tiang listrik pengganti di kilometer (Km) 35, Jalan Pangkalan Bun-Kolam, sudah berhasil didirikan oleh para petugas PLN. 7 tiang listrik beton yang roboh Senin kemarin itu, untuk sementara waktu diganti dengan tiang listrik besi, yang didatangkan dari PLN Sukamara. Pada Rabu sore, aliran listrik untuk wilayah Kolam dan sekitarnya, sudah bisa dipulihkan, secara bertahap.

“Ini tinggal memasang travers atau tempat dudukan isolator. Kita selesaikan hari ini juga. Tapi ini tegangan sudah nyala sampai Kolam, sejak sekitar pukul 15.30 WIB tadi. Tinggal yang jalur ke Rungun dan ke Balai Riam yang masih proses pemulihan,” kata Purwanto, Rabu (13/1).

Juga roboh

Menurut Purwanto, selain 7 tiang listrik beton di Jalan Pangkalan Bun-Kolam. Tiang listrik PLN di daerah Pembuang Hulu Kabupaten Seruyan, pada Selasa (12/1) juga dilaporkan roboh. Namun sudah ditangani dan aliran listrik pun sudah kembali pulih. Selain tiang listrik yang roboh, kondisi listrik di Kobar hingga saat ini relatif aman.

Sebelumnya, pada Senin sore, 7 tiang listrik beton PLN roboh dan memutuskan aliran listrik PLN untuk wilayah Kolam dan sekitarnya. Robohnya tiang listrik PLN ini disebabkan pondasi tanah yang lemah akibat terendam banjir, yang menggenang di sejumlah titik di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kolam.

Sejauh ini, kemampuan daya listrik di Kobar terbilang normal. Pascakembali normalnya operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT Exploitasi Energi Indonesia (EEI) Kumai. Daya mampu di Kobar mencapai sekitar 30 megawatt (mW). Dengan beban puncak sebesar sektiar 26,5 mW hingga 27 mW. (RD/B-7)