MANCHESTER Uni­ted hanya bisa be­rmain imbang 3-3 saat bertandang ke St James’ Park untuk menantang Newcastle Uni­ted pada Rabu (13/1/2016) dini hari.

Man United sebenarnya sem­­pat unggul dua gol, namun harus puas pulang de­ngan satu poin. Hasil itu menimbulkan kekece­wa­an tersendiri bagi pelatih Louis van Gaal.

Meneer Belanda itu bah­­kan mengaku masih terus me­­mikirkan kegagalan tim­­nya mengalahkan New­cas­tle.

Dengan alasan itupula, Van Gaal menyatakan bahwa dirinya belum mau memikirkan bigmatch yang sudah menanti akhir pekan nanti, ketika ‘Setan Me­rah’ mengunjungi kandang sang musuh bebuyut­an, Liverpool.

“Itu adalah laga akbar ba­gi Manchester United ta­pi begitupun juga deng­an Liverpool,” ujar Van Gaal seperti dikutip laman res­mi klub.

“Sekarang saya masih ke­pikiran laga ini (vs New­ca­stle) dan itu tidak berakhir de­ngan bagus,” keluhnya.

Kekecewaan mantan pe­latih Timnas Belanda itu bisa dimaklumi mengingat the Reds Devils sa­ngat membutuhkan poin pe­nuh untuk kembali ke em­pat besar klasemen.

Namun apa hendak dika­ta, nasi sudah menjadi bu­bur. MU kini melorot ke peringkat enam dan di­salip West Ham United yang pada saat bersamaan berhasil menekuk AFC Bour­nemouth dengan skor akhir 3-1.

Cetak rekor

Di sisi lain, laga MU vs Newcastle menjadi momen istimewa bagi Wayne Roo­ney. Sang kapten sukses mencetak dua gol. Itu me­ru­pakan brace pertama Rooney sejak Februari 2015.

Gol pertama Rooney dicipta­kan dari titik putih setelah Chan­cel Mbemba melakukan handsball di kotak terlarang. Gol kedua Rooney dicetak le­wat tembakan indah dari luar kotak penalti.

Dua gol yang ia lesakan pa­da pertandingan itu menas­bih­kan sang kapten sebagai pe­main yang paling banyak men­cetak gol lewat titik penal­ti bagi United di Liga Primer Inggris.
Rooney sukses melewati re­kor yang sebelumnya dipe­gang oleh Ruud van Nistelrooy.
(MI/B-3)