BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan pengabdian masyarakat atau abdimas skema abdimas internasional dengan tema pengurangan sampah plastik yang diketuai oleh Dr Arif Nuryawan dari Fakultas Kehutanan atau Fahutan Universitas Sumatera Utara atau USU telah diselenggarakan melalui webinar seri 1 pada Jumat, 15 Juli 2022 pukul 14.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Anggota pengabdian ini tidak hanya berasal dari Fahutan USU seperti Dr Iwan Risnasari, Prof Dr Rahmawaty, dan Dr Delvian, tetapi juga dari Fakultas Teknik, yaitu Ir Rahmi Karolina dan Dr Hilma Tamiami Fahruddin.
"Baik Prof Rahmawaty dan Dr Delvian adalah ketua dan sekretaris Prodi Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan Sekolah Pascasarjana USU, sedangkan Ir Rahmi dan Dr Hilma adalah kepala dan kepala bidang di UPT Laboratorium Terpadu USU. Staf tendik dari UPT Lab Terpadu USU juga turut menyukseskan kegiatan ini," kata Dr Arif Nuryawan dalam rilisnya kepada Borneonews pada Minggu, 17 Juli 2022.
Mitra kegiatan ini menurutnya adalah komunitas "Plastics Litteracy Network" yang dibentuk di Manila, Filipina pada tanggal 17 Juli 2019 dan dikoordinasi oleh Prof Dr Deirdre McKay, seorang professor Sustainable Development dari Keele University, UK, Inggris.
"Webinar perdana ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Kehutanan USU, Dr Agus Purwoko yang sangat antusias menyambut kolaborasi baik penelitian maupun pengabdian masyarakat baik skala lokal, nasional, bahkan internasional seperti kegiatan ini," tutur Arif lagi.
Topik webinar seri perdana ini adalah Sampah Plastik di Permukaan Tanah atau Plastics Litter on Land. Pada kesempatan webinar seri 1 ini, narasumber Prof Deirdre menyampaikan materi mengenai sampah plastik dan pandemi atau Plastics and the pandemic.
Narasumber kedua, Prof Dr Rahmawaty, seorang guru besar bidang Manajemen Hutan, menyampaikan materi mengenai sampah plastik di perkotaan yang bisa dijadikan sumber pendapatan masyarakat atau Potency for utilization plastics litter in urban area for revenue community.
"Webinar ini dihadiri 87 peserta yang berasal dari berbagai institusi baik internal USU maupun di luar USU bahkan dari luar negeri. Tercatat ada perwakilan dari Filipina, Australia, Inggris, dan beberapa provinsi di Indonesia seperti Kalimantan Timur, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan serta Sumatera Utara sendiri.
"Webinar series ini akan diadakan berseri setiap bulan hingga bulan Desember 2022, sehingga akan ada 6 seri dengan topik yang bervariasi namun dalam cakupan tema besar Reduce plastics in Environment," jelasnya lagi.
--page
Arif membeberkan bahwa tema-tema pada setiap seri ialah Plastics Litter on Land atau Sampah Plastik di Permukaan Tanah pada seri pertama yang telah dilakukan Jumat lalu.
Kemudian akan berlanjut pada seri 2 dengan topik Plastics Litter on Aquatic Ecosystem atau Sampah Plastik di Ekosistem Akuatik, Seri 3 Plastics Litter in Sea atau Sampah Plastik di Lautan, Seri 4 Sustainable Fashion using Non Plastics Fiber atau Penggunaan Serat Alam untuk Fashion, Seri 5 Green Building Made of Plastics Mix atau Penggunaan Material Campuran Plastik untuk Bahan Bangunan, serta Seri 6 Craft Made of Plastics Litter atau Kerajinan dari Limbah Plastik.
"Kegiatan ini sukses dilaksanakan berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan kepada responden yang merupakan peserta webinar yang meliputi pengetahuan umum mengenai sampah plastik di daratan, sikap kepedulian terhadap timbulnya sampah plastik di daratan khususnya tempat tinggal kita, dan upaya pengurangan sampah plastik tersebut. Secara umum responden memahami, merasa prihatin terhadap sampah plastik di daratan, dan sadar berupaya untuk mengurangi keberadaan sampah plastik tersebut, misalnya dengan tidak menggunakan sedotan plastik, membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan tas plastik atau kresek, dan membawa botol minuman sebagai upaya mengurangi sampah botol minuman plastik," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)









