WARGA Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, mengeluhkan harga bahan bakar minyak jenis premium atau bensin di tingkat eceran di sejumlah tempat masih bertahan antara Rp9.000-Rp10.000 per liter.
“Meski pemerintah telah menurunkan harga bahan bakar (BBM) terutama jenis bensin turun, namun hingga kini harganya masih tinggi,” kata Syahril, warga Muara Teweh, Rabu (13/1/2016).
Tingginya harga BBM sangat memberatkan masyarakat, karena harga BBM mengalami penurunan yang berlaku 5 Januari 2016. Untuk harga premium dari Rp7.300 menjadi Rp6.950 per liter, solar dari Rp6.700 menjadi Rp5.650 per liter.
Selain harga tinggi, warga juga kesulitan mendapat bensin di SPBU karena banyaknya antrean yang didominasi para pelansir (aktivitas kendaraan dan mobil yang setiap hari membeli premium di SPBU untuk dijual kembali kepada masyarakat).
“Kami minta pemerintah daerah segera melakukan penertiban terhadap penjualan bensin di eceran.”
Sementara Kepala Bidang Energi pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara, Sarwo Mulyo mengatakan pihaknya sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) yang baru sembilan kecamatan guna menyesuaikan turunnya harga BBM yang baru.
HET BBM baru sesuai Surat Edaran Bupati Barito Utara Nomor 41/TAMBEN.E.2/I/2016 tanggal 11 Januari tentang HET BBM di wilayah Barito Utara berdasrkan harga pengumuman pemerintah.
Dalam HET itu untuk wilayah kota Muara Teweh atau Kecamatan Teweh Tengah harga bensin ditetapkan Rp8.350 dan solar Rp7.200 per liter, Teweh Baru bensin Rp8.300 dan solar Rp7.250 per liter, Teweh Selatan bensin Rp8.850 dan solar Rp7.750 per liter.
Kecamatan Lahei harga bensin Rp9.350 dan solar Rp8.250 per liter, Gunung Timang bensin Rp9.350 dam solar Rp8.250 per liter, Kecamatan Lahei Barat, Teweh Timur, Gunung Purei dan Montallat masing-masing harga bensin Rp10.350 dan solar Rp9.250 per liter.
Dia mengatakan, dalam waktu dekat HET BBM yang baru akan disosialisasikan kepada masyarakat dan pedagang eceran di daerah ini.
“Harga BBM yang ditetapkan dalam HET ini wajib ditaati pedagang dan kalau harag tetap tinggi akan kami tertibkan,” ujar Sarwo. (ant/B-5)


