BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data BPS Kalteng jumlah penduduk miskin di wilayah provinsi ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Oleh karena itu DPRD mendorong pemprov agar dapat menekan angka kemiskinan tersebut di Kalteng, dengan berbagai upaya serta sinergitas pemerintah bersama unsur forkopimda untuk menemukan solusi mengatasi hal tersebut.
"Untuk menekan angka kemiskinan ini harus ada solusi dari pemerintah. Sinergitas juga sangat diperlukan, sebab tanpa adanya sinergi itu dikhawatirkan angka kemiskinan di Kalteng ini mengalami lonjakan lagi," ujar Anggota DPRD Kalteng, Ina Prayawati, Selasa 19 Juli 2022.
Ina mengatakan persentase kemiskinan menjadi salah satu indikator menentukan keberhasilan pemerintah daerah dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Oleh karenanya persentase yang ada diharapkan bisa menjadi perhatian pemerintah untuk diselesaikan.
"Harapan kita lonjakan persentase kemiskinan di Kalteng ini bisa mendapatkan perhatian dan solusi dari Pemprov Kalteng. Apalagi data BPS itu menunjukan kalau persentase kemiskinan justru didominasi di perkotaan dibandingkan perdesaan," ujarnya.
Diketahui, terhitung sejak Maret 2021-Maret 2022, BPS Kalteng mencatat jumlah penduduk miskin di Kalteng yakni bertambah sebanyak 2,61 persen. Di mana pada 2021, penduduk miskin di Kalteng berjumlah 140,04 ribu dan meningkat menjadi 145,10 ribu, atau bertambah 5,1 ribu orang dalam setahun. (DONNY D/B-11)









