WULAN (18 tahun) warga Jalan Wisata II, Pahandut Seberang yang tenggelam di Sungai Kahayan bersama Amat, kekasihnya, akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas, Rabu (13/1/2016) sekitar pukul 01.15 WIB dini hari.

Penemunya adalah tim dari BPK Gagah Lurus yang tergabung dalam Balakar 620. Sedangkan orang yang pertama kali melihat adalah Fajri Alhuda dan Nafi. “Ditemukan di Beringin. Sekitar 2 kilometer dari lokasi awal. Posisinya mengapung dan tengkurap,” kata Ketua 1 Balakar 620 Boby Cahyadi kepada Borneonews, Rabu (13/1/2015).

Jenazah Wulan kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Doris Sylvanus. Dengan ditemukannya Wulan, maka tuntas sudah tugas puluhan orang yang tergabung dari berbagai tim pencari. Sebelumnya Amat (20), kekasih Wulan telah ditemukan pada Selasa (12/1/2016) sekitar pukul 14.30 WIB.

Seperti diberitakan, Wulan, warga Jalan Wisata II, Pahandut Seberang dan Amat, warga Kompleks Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II, Palangka Raya, tenggelam di Sungai Kahayan atau sekitar 25 meter dari Pelabuhan Rambang, Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

Dua orang yang menjadi saksi mata atas insiden itu adalah Syarifudin (22), warga Komplek Rindang Banua, Gang Rukun Jaya II dan Muhammad (25) warga Kompleks Puntun.

Insiden ini bermula ketika keduanya hendak mengantar pulang Wulan ke rumah. Muhammad kemudian meminjam perahu kecil milik pamannya Aliansyah.

Kemudian perahu ditumpangi empat orang yakni Wulan, Amat, Muhammad, Safruddin. Sesampai di tengah sungai, mesin perahu kecil itu tiba-tiba mati. Tak berselang lama, perahu pun terbalik.

Wulan kemudian mendekap erat Amat. Sehingga Amat tidak bisa menahan lama beban berat itu meskipun bisa berenang. Muhammad dan Safruddin sempat berupaya menolong sembari menyalakan senter ke arah pelabuhan rambang. Meski demikian, keduanya juga tidak sanggup bahkan nyaris saja tenggelam.

Beruntung, pertolongan dari warga yang bergegas datang ke lokasi berhasil menyelamatkan Muhammad dan Safruddin. Namun Wulan dan Amat sudah hilang terbawa derasnya arus sungai. (BY/B-10)