PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya masuk lokasi fokus intervensi penurunan stunting dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Daerah fokus intervensi ini diharapkan mampu melakukan penurunan stunting lebih dari tiga persen setiap tahunnya untuk mencapai penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palangka Raya, Avina Triani Almira mengatakan saat ini pemerintah pusat maupun daerah sedang gencar melakukan program upaya pencegahan stunting.

Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor Kep.10/M.PPN/HK/02/2022 Tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022.

"Dengan penetapan itu kami harapkan Kader Posyandu mampu memberikan kemudahan dalam pelayanan dasar kesehatan masyarakat," katanya saat membuka rapat koordinasi Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu), Rabu, 20 Juli 2022.

Menurutnya peran posyandu dalam penanggulangan stunting sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting dimulai dari proses kehamilan yang berkualitas, Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

--page


"Kemudian juga dalam upaya sosialiasi maupun bimbingan kepada ibu menyusui mengenai pemberian ASI eksklusif termasuk inisiasi menyusui dini serta pemberian MP-ASI yang adekuat," tuturnya.

Kota Palangka Raya telah membentuk Pokjanal Posyandu yang ditetapkan oleh Walikota  Palangka  Raya dalam Surat Keputusan Nomor 188.45/293/2022.

Pokjanal Posyandu adalah kelompok kerja yang tugas dan fungsinya mempunyai keterkaitan dalam pembinaan pengelolaan posyandu baik di tingkat pusat maupun daerah hingga ketingkat Kelurahan. (HENDRI/B-7)