PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) Kota Palangka Raya berkomitmen untuk memberikan kontribusi dalam upaya menurunkan Stunting hingga mencapai 14 persen pada 2024.

"Kita masuk wilayah fokus penurunan prevalensi stunting, sehingga semua anggota Pokjanal berkomitmen menuntaskan target pemerintah pusat," kata Kepala Dinas Kesehatan Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo seusai rapat Pokjanal Posyandu, Rabu 20 Juli 2022.

Dia mengatakan, hingga saat ini, Posyandu Balita masih menjadi sarana penting di dalam masyarakat yang mendukung upaya pencapaian keluarga sadar gizi, membantu penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Kegiatannya meliputi pemantauan pertumbuhan yang diintegrasikan dengan pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan kontrasepsi hingga penyuluhan dan konseling.

"Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan dan kepedulian semua pihak dimana keberhasilan posyandu merupakan tanggung jawab bersama," ungkapnya.

Posyandu sebagai perwujudan dari peran serta masyarakat tidak serta merta hadir dan bergerak dengan sendirinya, namun dukungan pemerintah terhadap keberadaan dan kesinambungan posyandu terus diupayakan.

--page

Untuk mendukung keberhasilan Posyandu maka sesuai Permendagri Nomor 54 Tahun 2007 perlu dibangun kesepahaman bahwa pengembangan masyarakat melalui posyandu merupakan tanggung jawab seluruh lintas sektor.

Sasaran Posyandu bukan hanya bayi dan balita namun juga bagi ibu hamil, ibu menyusul dan pasangan usia subur. Posyandu yang tersebar di seluruh Kelurahan di Kota Palangka Raya menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting. (HENDRI/B-6)