PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah sudah memulai tahap persiapan untuk renovasi Bundaran Besar Palangka Raya sebagai ikon jantung Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Dengan adanya renovasi bundaran besar ini, semoga nanti menjadi ikon bagi Provinsi Kalteng,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Kalteng Yuas Elko seperti dikutip dari MMC Kalteng, Rabu 20 Juli 2022.

Persiapan tersebut dituangkan dalam rapat yang dipimpinnya dan akan menggunakan kawasan gedung KONI Provinsi Kalteng sebagai tempat Direksi Keet.

Renovasi Bundaran Besar Kota Palangka Raya direncanakan menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) atau tahun jamak 2022 sampai 2024 yang bersumber dari APBD Provinsi Kalteng.

Renovasi nantinya akan menggunakan nuansa etnik dan modern. Walaupun direnovasi desain Bundaran Besar tidak mengubah sejarah dan juga tetap mengusung kearifan lokal masyarakat Dayak Provinsi Kalteng.

--page

Berdasarkan informasi dari Dinas PUPR Provinsi Kalteng, anggaran yang digunakan untuk merenovasi Bundaran Besar tersebut adalah sekitar Rp125 Miliar. Sementara untuk pengerjaan fisik dikerjakan selama 2 tahun anggaran. (HERMAWAN DP/B-5)