BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka persiapan pertemuan antar negara yang tergabung dalam G-20 dan Indonesia sebagai tuan rumah, Pemprov Kalteng melaksanakan rapat koordinasi rejuvenasi anjungan Kalteng di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Sekda Kalteng, Nuryakin mengatakan dalam rapat waktu itu yang dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur dan Asisten Setda serta Kepala Perangkat Daerah terkait, maupun Sekda 14 kabupaten dan kota se-Kalteng, bersama pemprov telah sepakat akan melaksanakan rehabilitasi, revitalisasi dan rejuvenasi anjungan Kalteng TMII di Jakarta.
"Untuk pelaksanaannya yaitu pada tahun anggaran 2022 dan 2023. Di mana pembiayaannya akan dilakukan bersama-sama pemprov sebesar 30 persen dan pemkab atau pemkot sebesar 70 persen yang dibagi sama rata dari total biaya yang diperlukan," kata Nuryakin mengutip MMC Kalteng, Kamis, 21 Juli 2022.
Kemudian ada pula keseppakatan lain yakni untuk penataan dan pengisian diorama seperti pakaian adat, senjata khas, serta aksesoris lain dan dekorasi ruangan, pembiayaannya dibebankan kepada masing-masing pemkab maupun pemkot se-Kalteng.
"Anjungan ini merupakan wajah dari Kalteng yang didalamnya ada 13 kabupaten dan 1 kota, maka dari itu dalam rangka rejuvinasi ini kita laksanakan bersama antara pemprov serta kabupaten dan kota dengan semangat kebersamaan," ujarnya.
Nuryakin mengungkapkan hal yang paling mendesak saat ini yaitu bagaimana mempercantik wajah Kalteng tersebut dalam rangka pertemuan negara-negara G-20 pada Oktober 2022 yang mana pra kegiatan sudah mulai berlangsung pada Agustus 2022.
--page
"Kita akan lakukan revitalisasi, rehabilitasi dan rejuvenasi hal-hal yang mendesak dulu sebelum Oktober 2022, agar tampilan anjungan betul-betul menggambarkan miniatur Kalteng secara umum," tukasnya. (DONNY D/B-11)









