PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada angin segar bagi Tenaga honorer atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kota Palangka Raya di tengah rencana penghapusan honorer, tahun depan.

Pasalnya, pemerintah kota berkomitmen untuk memprioritaskan ribuan honorer yang terancam kehilangan pekerjaan itu untuk mendapatkan pekerjaan baru sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) hingga menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Tentu nasib honorer ini menjadi perhatian pemerintah kota, karena untuk keputusan penghapusan merupakan kewenangan pusat yang mesti dilaksanakan. Namun kami mendorong dan memprioritaskan mereka agar berhasil dalam seleksi PPPK maupun CPNS," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Palangka Raya, Sabirin Muhtar, Kamis 21 Juli 2022.

Adapun upaya yang akan dilakukan adalah dengan mengadakan bimbingan atau pelatihan agar bisa lulus saat mengikuti ujian seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). Cara ini dinilai efektif untuk memperjuangkan nasib honorer.

"Kalau ada PPPK pasti kami dorong agar ikut seleksi, begitu kalau ada penerimaan CPNS. Namun kalau ini tidak berhasil maka solusi lainnya melalui pihak ketiga atau outsourcing," ungkapnya.

--page

Sabirin mengatakan, selama aturan terkait penghapusan belum berlaku, pemerintah kota masih memperpanjang kontrak semua honorer dan tidak ada yang dirumahkan. Meski begitu, pemerintah juga tidak menambah honorer, hanya pergantian jika ada yang mengundurkan diri. (HENDRI/B-11)