Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas (Gumas) telah mendeteksi adanya kelompok masyarakat yang diduga terkait dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kelompok itu bahkan telah melakukan kegiatan cukup lama di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau.
“Kelompok tersebut telah melakukan kegiatan di Gumas kurang lebih dua tahun terakhir. Kegiatan kelompok itu mengelola lahan pertanian di kilometer 12 ruas jalan penghubung Kuala Kurun-Sei Hanyu,” kata Kapolres Gumas AKBP Pria Premos saat ditemui Borneoenws di ruang kerjanya, Kamis (14/1/2015).
Ia melanjutkan pada awalnya hanya enam Kepala Keluarga (KK) saja yang datang ke Gumas. Kemudian disusul anggota kelompok lainnya. Sehingga anggotanya terus bertambah. Kelompok itu menanam padi dan sayur-sayuran dengan memanfaatkan lahan yang mereka beli maupun lahan yang dipinjam dari masyarakat. “Mereka memiliki ciri-ciri yang berbeda signifikan dari masyarakat pada umumnya, pertama mereka mempunyai agam yang bermacam-macam,” terang dia.
Kemudian, lanjut dia, ciri kedua dari kelompok tersebut, mereka tidak menjalankan ajaran agama yang mereka anut. Mereka yang beragama Kristen tidak beribadah di Gereja dan yang Islam tidak salat di Masjid. “Ciri yang ketiga, mereka menyekolahkan anak-anaknya di lingkungan mereka sendiri atau home schooling, jadi tidak disekolahkan di sekolah umum,” ungkap dia.
Meski begitu, kata Kapolres, hingga saat ini kelompok tersebut tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan hukum seperti kegiatan radikal, menghasut maupun merekrut anggota baru. Artinya, kelompok itu hanya bersama kalangan mereka sendiri dan melakukan kegiatan bertani dan berkebun.
Di tempat yang sama, Kasat Intelkam Polres Gumas AKP Sugeng Rianto mengatakan akhir-akhir ini kelompok itu membubarkan diri dan menganti namanya menajdi Kelompok Tani Nusa Raya.
(EP/B-8)


