KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA CEMPAKA SMP Kabupaten Kapuas bertekad untuk menjadi wadah saling berbagi dan berkolaborasi antarguru IPA.

Tekad itu bertujuan meningkatkan kompetensi diri dan orang lain. Sehingga, kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik juga dapat meningkat dan berperan mewujudkan serta mendukung Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas.

MGMP IPA SMP Kapuas merupakan komunitas belajar guru SMP mata pelajaran IPA se Kabupaten Kapuas yang beranggotakan 168 orang.

MGMP IPA SMP Kapuas rutin melakukan pertemuan setiap satu bulan sekali dengan agenda kegiatan yang berbeda-beda, di sesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.

Pertemuan pada 21 Juli 2022 ini, membahas tentang platform merdeka mengajar topik kurikulum yang disampaikan oleh Ketua MGMP IPA Agathe, S.Pd, topik perencanaan pembelajaran disampaikan oleh Melda Susanty, S.Pd dan pelatihan mandiri dalam platform merdeka mengajar disampaikan oleh Sri Haryati, S.Pd secara virtual.

--page

"Harapan ke depannya semoga MGMP IPA SMP ini dapat terus berjalan untuk ikut berperan serta mewujudkan Pendidikan Hebat Kapuas Cerdas yang menjadi cita-cita bersama, seperti yang sudah dicanangkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas bapak DR. H. Suwarno Muriyat, S.Ag, M.Pd," kata Ketua MGMP IPA SMP Kapuas, Agathe, Jumat, 22 Juli 2022.

Sebelumnya, dalam pembahasan pertemuan tersebut dijelaskannya bahwa kurikulum merdeka menerapkan pembelajaran paradigma baru yaitu melaksanakan pengajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, bukan sesuai dengan tingkatan kelas. Artinya, guru terlebih dahulu menyusun ATP ( Alur Tujuan Pembelajaran) berdasarkan capaian pembelajaran yang ditetapkan kemendikbudristek.

Yaitu melakukan asesmen diagnostik non kognitif dan kognitif sebelum membuat perencanaan pembelajaran. Kemudian, guru harus melakukan asesmen formatif untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran yang ada.

"Jadi, hasil evaluasi yang diperoleh bukan berdasarkan ketercapaian KKM (kriteria ketuntasan minimum) tetapi berdasarkan ketercapaian masing-masing tujuan pembelajaran," ucapnya.

Apabila ada peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran tertentu, maka guru akan memberikan remidial atau pendampingan.

"Secara umum kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang kurikulum merdeka dan membuat perencanaan pembelajaran dengan paradigma baru," pungkas Agathe. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)