KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejak diluncurkan 11 Februari lalu oleh Kemendikbudristek program Merdeka Belajar Episode Kelimabelas yakni Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar, maka Dinas Pendidikan (Disdik) Kapuas gencar mensosialisasikannya kepada seluruh satuan pendidikan jenjang TK, SD dan SMP se Kabupaten Kapuas.

Kepala Disdik Kapuas, Suwarno Muriyat mengatakan pandemi Covid-19 berdampak pada ketertinggalan pembelajaran (learning loss) dan kesenjangan pembelajaran (learning gap) sehingga diperlukan upaya pemulihan pembelajaran melalui Implementasi Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar.

"Ada tiga keunggulan mendasar Kurikulum Merdeka bagi murid, guru, dan sekolah, yakni lebih sederhana dan mendalam, fokus pada materi yang esensial, pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya, belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru dan menyenangkan, karenanya kita gencar mensosialisasikan," kata Suwarno, Jumat 22 Juli 2022.

Keunggulan kedua, lebih merdeka bagi peserta didik yaitu tidak ada program peminatan di SMA, peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya.

"Bagi guru mengajar adalah sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik dan sekolah berwenang mengembangkan dan mengelola kurikulum serta pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik," tuturnya.

Ia juga menyebutkan keunggulan ketiga KM lebih relevan dan interaktif dalam pembelajaran berupa kegiatan proyek, memberi keleluasaan peserta didik secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual, diantaranya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.

Penerapan Kurikulum Merdeka juga didukung oleh platform Merdeka Mengajar. Sebuah platform edukasi yang menjadi teman penggerak untuk guru dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dan menunjang guru untuk mengajar, belajar dan berkarya lebih baik lagi.

--page

“Platform Merdeka Mengajar membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman untuk menerapkan Kurikulum Merdeka.

Terpisah Kabid Pembinaan SD Franz Yulian SE mengharapkan melalui sosialisasi seluruh Pengawas TK, SD, SMP, Pendidikan Agama, Penilik, Kepala Sekolah dan Guru memiliki pemahaman yang sama agar tepat dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sebagai transformasi pembelajaran. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)