BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca dipindahnya ke lapak yang lebih representatif dengan bangunan permanen, di Pasar Sungai Bulin Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan. Ternyata, justru sepi pengunjung dan pembeli, sehingga membuat sejumlah pedagang meninggalkan lapak dan berjualan di pinggir jalan Abdul Ancis.
Seperti yang disampaikan oleh salah satu pedagang Pasar Sungai Bulin bernama Naini, bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Maka tak heran jika sebagian lapak yang ada didalam pasar kini nampak kosong.
"Ya seperti inilah kondisinya pasar yang baru, pedagang banyak yang pindah ke depan (bahu jalan) sana, mulai dari jual sayur, jual ikan makanya kosong. Ada kira-kira setengah tahunan," ujarnya, Jumat, 22 Juli 2022.
Lanjutnya, Naini menilai bahwa sepinya pengunjung disebabkan warga enggan untuk singgah berbelanja ke areal lapak pedagang, karena posisinya berada di ujung dan di dalam, jadi kurang dimintai warga. Namun begitu, dia berpendapat apabila di kolaborasikan dengan fasilitas penunjang, dirinya optimis pasar akan ramai.
"Kalo ada pelabuhan ikan atau penggilingan pentol pasti bisa rame. Soalnya dekat sungai, dekat dengan air. Sampai sekarang masih ada pembeli yang tetap beli ke sini, tapi agak kurang," lanjut Naini.
Meski demikian, sebagian pedagang masih tetap memilih bertahan di pasar tersebut. Mereka berharap ada upaya dari dinas terkait untuk membenahi fasilitas yang ada.
"Jalan yang depan itu kalo bisa diaspal, banyak lubang. Harapannya mudahan pasar ini bisa kayak pasar baru, pembeli dari mana-mana datang," imbuh pedagang lainnya, Rohman.
--page
--page
Untuk diketahui, operasional Pasar Sungai Bulin di Kelurahan Mendawai ini diresmikan pada Selasa, 5 Oktober 2021. Untuk total lapak yang dibangun di pasar ini sebanyak 84 lapak dan 6 kios. (DANANG/B-6)









