PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, subvarian Omicron yakni BA.4 dan BA.5 memiliki kemampuan untuk menembus atau menghindari vaksinasi (vaccination evasion).

Kemampuan tersebut dua hingga tiga kali lipat lebih efektif dibandingkan varian Omicron BA.1. Hal itu, tentu juga selaras dengan meningkatnya kasus penularan ditengah masyarakat.

Vaccination evasion membuat kemungkinan masyarakat untuk terinfeksi lebih tinggi walaupun yang bersangkutan sudah divaksinasi.

“Tapi kami juga sampaikan bahwa proteksi untuk masuk rumah sakit, hospitalisasi, dan fatality masih tetap tinggi sehingga disarankan masyarakat tetap cepat-cepat saja di-booster,” sebut dia.

Budi menyampaikan walaupun ada kemungkinan terkena, tapi vaksinasi booster terbukti mampu melindungi untuk tidak masuk rumah sakit.

“Kalaupun masuk rumah sakit tingkat fatalitasnya akan sangat rendah,” katanya.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Jumat 22 Juli 2022 kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 33 kasus, diantaranya Palangka Raya 24 kasus.

--page

Kemudian, Kapuas dua kasus, Barito Timur dua kasus, serta lima kasus lainnya dari Kotawaringin Barat, Murung Raya, Gunung Mas, Katingan, dan Sukamara.

Pasien sembuh bertambah 14 orang, yakni Palangka Raya 13 orang, dan Barito Utara satu orang. Sedangkan, jumlah pasien meninggal dunia tidak mengalami penambahan. (HERMAWAN DP/B-5)