WARGA Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Suhardi (56) berhasil mengembangkan tanaman durian jenis baru. Durian tersebut merupakan hasil penyetelan atau penyambungan antara bibit durian monthong dengan durian lokal yakni durian gading dari daerah Riam Gading Tumbang Manjul, Kecamatan Seruyan Hulu.
“Kalau durian biasa berbuah setahun sekali, maka durian hasil perkawinan tadi dalam bisa berbuah sebanyak dua kali,” kata Suhardi di Kuala Pembuang, Kamis (14/1/2016).
Ia menjelaskan, pohon durian hasil percobaan yang berusia empat tahun juga mampu menghasilkan buah lebih banyak untuk setiap kali panen, yakni berkisar antara 400 hingga 500 buah per pohon. “Awal 2012 saya mencoba menyetek delapan pohon, tapi yang hidup hanya empat. Usia empat tahun sudah berbuah dan buah yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak,” katanya.
Pohon durian yang sekarang sudah berdiameter 15 centimeter dengan tinggi empat meter mampu menghasilkan kualitas buah yang lebih baik, yakni daging buah tebal berwarna orange dengan biji kempes dan rasanya manis.
Pensiunan PNS Dishutbun ini menambahkan, durian yang belum diberi nama itu dihargai cukup mahal. “Kalau durian dengan berat di atas lima kilogram Rp100 ribu lebih.”
(Ant/B-2)


