KABUPATEN Seruyan, Kalimantan Tengah mulai mengoperasionalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro terbesar di Kalteng dengan kapasitas 250 kilovolt ampera yang berada di Desa Tumbang Langkai Kecamatan Suling Tambun.
“Pembangkit listrik ini merupakan salah satu kebanggaan bagi kita, karena terbesar di Kalteng,” kata Bupati Seruyan Sudarsono di Kuala Pembuang, Rabu (13/1/2016).
Dia mengatakan, PLTMH terbesar di ‘Bumi Tambun Bungai’ yang dibangun dengan dana APBN mencapai Rp19 miliar ini dapat dijadikan sebagai percontohan bagi daerah lain di Kalteng. Dengan harapan, PLTMH sebagai solusi daerah yang tidak terjangkau jaringan PLN. “PLTMH ini juga dapat dijadikan sebagai objek wisata, objek pembelajaran dan proyek percontohan bagi daerah lain,” katanya.
Ia menegaskan, beroperasinya PLTMH Suling Tambun telah menjadi ‘Dewa Penolong’ bagi warga desa di Kecamatan Suling Tambun yang selama ini hampir tidak pernah menikmati listrik. “Beroperasinya PLTMH telah menjadikan listrik sebagai barang murah, dan sekarang mereka dapat menikmati listrik dengan biaya murah,” katanya.
Aliri listrik dua desa
Camat Suling Tambun Samsul mengatakan, PLTMH dengan kapasitas 250 KVA telah menjadi solusi atas kondisi ketiadaan listrik yang selama ini terjadi di kecamatan terluar dan terjauh di ‘Bumi Gawi Hatantiring’ tersebut.
“Meskipun dalam tahap awal belum dioperasionalkan secara penuh, PLTMH ini telah menjawab kekurangan listrik yang selama ini dialami oleh warga,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini semua rumah dan kantor di dua desa di Kecamatan Suling Tambun, yakni Desa Tumbang Langkai dan Desa Tanjung Tukal dapat dialiri listrik dengan total pemakaian hanya sekitar 107 KVA atau sekitar 50% dari total kapasitas yang mampu disuplai PLTMH.
“Dengan adanya kelebihan daya, maka ke sangat dimungkinkan untuk melakukan penambahan instalasi atau diarahkan untuk mengakhiri desa-desa terdekat lainnya yang belum ada listrik,” katanya. (Ant/B-2)


