SATU unit bangunan yang terdiri dari tiga ruang kelas di SMP Negeri 3 Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) rusak. Tiga ruangan tersebut yakni kelas VIIIB, VIIIC dan IXA.

Bangunan semi permanen yang terbuat dari beton dan kayu itu lantainya belum dikeramik. Banyak pasir dan semen yang mengelupas akibat lamanya bangunan tersebut. Terlebih saat hujan, lubang-lubang menganga pada lantai digenangi air.

Tidak hanya itu, atap di dalam dan luar kelas juga berlubang. Padahal, sekolah negeri tersebut sudah terakreditasi A. “Kami sudah usulkan ke Dinas Pendidikan Kobar untuk dilakukan rehab, mudah-mudahan pada tahun ini dapat terselenggara,” ungkap Kepala SMP Negeri 3 Pangkalan Banteng, Supiannur, Kamis (14/1/2016).

Sembari menunggu pemkab membiayai rehab bangunan tersebut, pihak sekolah menganggarkan biaya perbaikan untuk penambalan lantai-lantai yang bolong dan pembuatan tiga pintu kelas. “Karena kondisinya tidak bisa dibiarkan, kami perbaiki sementara dari dana BOS (bantuan operasional sekolah),” ungkapnya.

Sekolah yang mulai berdiri sejak 2002 lalu itu kini dihuni oleh 250 siswa dari kelas satu sampai kelas enam yang menempati sembilan ruangan kelas. Dari jumlah siswa tersebut, diampu oleh 17 guru, baik PNS maupun honorer. (CP/B-2)