BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bartim Expo 2022 yang berlangsung selama 20 hari hingga 9 Agustus 2022, benar-benar menjadi tempat warga Barito Timur melepas kejenuhan setelah selama dua tahun lebih pemerintah meniadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak akibat pandemi covid-19.
Tidak terkecuali awak media Borneonews juga memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar tentang tanaman bonsai di stan pameran milik Komunitas Nansarunai Jaya.
Petani bonsai bernama Zonhny atau Joni (51) yang dijumpai saat merawat bonsainya menjelaskan, bonsai adalah pohon atau tanaman yang dikerdilkan dalam pot mewakili bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas.
Pohon-pohon kerdil dalam pot yang disusun pada rak atau dudukan pot di stan Komunitas Nansarunai Jaya tampak eksotis dipandang mata saat udara sejuk menjelang magrib.
"Bonsai ini kecil tapi terlihat sebagai pohon besar. Jadi ini miniaturnya pohon besar dan tua yang ada di alam," jelas Joni di lokasi expo bertajuk bazar dan pameran ekonomi kerakyatan itu, Minggu, 24 Juli 2022.
--page
Menurutnya, hampir semua jenis pohon bisa dijadikan bonsai. Namun, ada pohon-pohon tertentu yang memiliki karakter yang menonjol untuk dijadikan bonsai seperti Anting Putri dan kelompok Beringin atau Fikus. Beringin sendiri paling difavoritkan oleh petani bonsai karena lebih mudah dibentuk, memiliki daya tahan hidup yang bagus serta menampilkan aura mistis dan tua dari akar gantungnya yang banyak.
"Kalau pohon asli Kalimantan yang banyak diburu orang untuk bonsai adalah jenis pohon yang dalam bahasa Maanyan disebut Sibabuhas. Sibabuhas biasa ditanam oleh warga untuk menghilangkan bau busuk. Itu bisa dikawinkan dengan pohon Sancang tapi Sancang didatangkan dari luar daerah," papar Joni.
Dia menambahkan, pohon tersebut paling cocok digunakan untuk bonsai taman karena mahkota daunnya terlihat lebih indah.
Terkait jenis bonsai yang paling banyak disukai penggemar bonsai, warga Desa Dayu ini mengaku jenis Anting Putri yang sedang naik daun dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, pasalnya selain pohon tersebut langka juga memiliki bentuk perakaran yang bagus.
"Karakter batang Anting Putri juga terlihat lebih tua. Sekalipun langka, di tempat kita ada persamaannya yaitu Mantaus," jelas Joni.
--page
Pria yang belajar seni bonsai secara otodidak dari berbagai sumber termasuk YouTube ini mengatakan, yang membuat nilai jual bonsai tinggi yakni proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai karakter yang diinginkan serta usia dan keindahan bonsai.
Kendala yang dihadapinya saat mengembangkan budidaya tanaman bonsai yakni mencari bakalan bonsai yang sesuai atau yang sudah memiliki bentuk dasar yang bagus.
"Jadi kita harus mencari yang karakternya pas dan sudah memiliki bentuk dasar untuk dijadikan bonsai terutama akar yang mencengkeram keliling maupun batang yang memiliki luka untuk mengesankan pohon tersebut tua," terangnya.
Pria yang sudah 12 tahun menekuni bonsai ini awalnya hanya menjadikan budidaya bonsai sebagai hobi, namun kini dia melihat bertani bonsai memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan.
"Saya menyenangi bonsai karena makin tua nilai jual tanaman ini semakin tinggi. Paling mahal saya jual bonsai harga Rp1 juta sedangkan yang paling murah Rp200 ribu," ungkapnya.
--page
Meski demikian, Joni memiliki bonsai yang nilainya jauh lebih tinggi karena sudah berusia 12 tahun, namun karena kecintaannya hingga kini Joni belum melepas koleksinya tersebut.
"Khusus yang umur 12 tahun ini belum tentu saya lepas meskipun ditawar orang," tegasnya.
Kepada masyarakat yang menggemari bonsai Joni membuka diri untuk berbagi ilmu dan sama-sama belajar. Dia juga menyemangati untuk tidak takut mencoba dan belajar dari sumber di internet.
Pria yang mengaku bekerja serabutan ini berharap seni bonsai ini bisa terus berkembang di Barito Timur, bahkan dia rindu ada komunitas petani bonsai serta mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah.
"Jadi petani bonsai ini kan termasuk dalam kegiatan ekonomi kreatif," alasan Joni. (BOLE MALO/B-7)









