WARGA yang diduga penganut faham Gafatar di Desa Kujan, ternyata sudah cukup lama aktif di bidang pertanian.
Bahkan, seluruh KK terdaftar di salah satu kelompok tani binaan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanakan) setempat.
Tak jarang, hasil tani mereka seringkali dijual langsung ke pasar.
Hal tersebut dibenarkan isteri dari salah satu pengurus Poktan LJ, yang meminta namanya tidak dikorankan, Kamis (14/1). Tujuh kk datang dari Pulau Jawa perkampungannya sejak dua hingga tiga tahun silam secara bertahap.
Dikatakannya, para pendatang tersebut selama ini sangat aktif menggarap lahan pertanian.
“Mereka datang dan menawarkan diri untuk ikut bantu-bantu menggarap lahan,” katanya.
Pertengahan tahun 2015, sambung dia, poktan mereka pun pernah mendapatkan bantuan alsintan yang langsung disalurkan Anggota DPR RI asal Kalteng, Hamdani dan Bupati Lamandau Marukan.
Terkait hal itu, Sekretaris Distanakan Lamandau, Murni, mengatakan Poktan “LJ” mendapatkan bantuan alsintan jenis alat pembajak dan pompa air.
Sementara itu, Perwira Penghubung Kodim 1014, Mayor Supriyanto, mengatakan pihaknya bersama pihak masih terus melakukan upaya pendalaman. Diakuinya, belum ditemukan sisi radikalnya penganut faham Gafatar itu.(HN/B-11)


