HUJAN dengan intensitas sedang dan lebat rutin mengguyur Kabupaten Sukamara sejak awal November 2015 hingga pertengahan Januari 2016.
Kondisi ini membuat debit air Sungai Jelai yang membelah Kota Sukamara mulai bergerak naik.
Diperkirakan debit air sungai akan terus naik bila hujan masih turun dalam beberapa hari ke depan.
Sitah, warga yang tinggal di bantaran Sungai Jelai, mengatakan bahwa air sungai kini sudah mencapai pekarangan rumahnya.
Meskipun tidak begitu dalam, genangan air membuat lingkungan sekitat rumahnya menjadi bernyamuk.
“Air sungai kini sudah mencapai bawah (kolong) rumah. Meskipun kedalamannya tidak perlu dihawatirkan, sekarang nyamuk semakin banyak,” ucap Sitah saat ditemui di kediamannya, Kamis (14/1/2016).
Menurut dia, genangan air di kolong rumahnya yang berbentuk panggung, menjadi tempat bersarang dan berkembang biak nyamuk. Sehingga tidak mengherankan bila nyamuk semakin banyak.
Ita, warga lain yang tinggal di tepian anak sungai menuju Desa Kartamulya, mengaku mulai mengkhawatirkan ancaman banjir.
Sebab, berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun terakhir, debit air sungai akan meluap dan menggenangi rumahnya bila curah hujan tinggi dan berlangsung terus-menerus.
“Jika keadaan curah hujan seperti ini terus dan dalam waktu yang lama, rumah saya bisa digenangi air akibat luapan sungai di pinggir rumah,” kata Ita.
Menurut dia, rumahnya yang rendah memang rentan terendam air bila sungai meluap. Saat hal itu terjadi, Ita dan keluarga terpaksa bergotong royong membuat panggung darurat di dalam rumah.
“Jika keadaan air tinggi, biasanya kami hanya membuat lantai sementara yang lebih tinggi dari air sungai yang masuk ke dalam rumah,” akunya.
(MG13/B-3)


