TEPAT pada 14 Januari 1946 atau 70 tahun silam, para Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat telah berjuang untuk Tanah Air, Negara dan Bangsa Indonesia.
Sebab saat itu sejumlah pejuang asal Kumai melakukan perlawanan tarhadap penjajah. Dalam pertempuran di Kumai, sebanyak 19 pejuang gugur. Termasuk Komandan TKR, H Abdul Azis Syamsudin atau disebut Panglima Utar. Saat itu Abdul gugur ditangan tentara Belanda.
Itulah sepenggal Risalah Peristiwa Pertempuran 14 Januari 1946 di Kumai yang dibacakan Heri H Malik, salah seorang Panitia Peringatan Peristiwa Pertempuran 14 Januari 1946 di Kumai dihadapan Bupati Kobar Bambang Purwanto dan unsur pimpinan daerah di halaman rumah Amarhum H Abdullah Busrah mantan Ketua Legiun Veteran Ranting Kumai, Jalan Bendahara, Kumai, Kamis (14/1/2016).
Ketua Panitia Acara, Sayid Abi Nazar mengatakan, Peristiwa Pertempuran yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan merupakan refelksi 14 Januari dari Kumai untuk Indonesia. “Untuk itulah dengan semboyan semangat juang para pahlawan di Kumai harus diteladani oleh kita semua khusunya generasi muda sebagai penerusnya.”
Bupati Kobar Bambang Purwanto dalam sambutannya mengatakan, peringatan peristiwa pertempuran 14 Januari harus dihayati, ditauladani dan diteruskan semangat juangnya oleh kita semua. “Sekarang kita ambil semangatnya dari para pejuang terdahulu untuk bersama-sama membangun.” (MW/B-7)


