BADAN Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melaksanakan rapat koordinasi evaluasi APBDes 2015 dan perencanaan program 2016.

Kegiatan yang dilaksanakan di aula BPMD diikuti kepala desa dan pembantu lokal desa di enam kecamatan guna membahas beragam masalah dan kendala yang dihadapi oleh aparatur desa.

Rapat koordinasi yang digelar sebanyak tiga kali dalam setahun ini dilaksanakan BPMD untuk mengetahui perkembangan desa terkini sekaligus sebagai langkah monitoring untuk melihat sejauh mana pelaksanaan pembangunan di lapangan.

 “BPMD juga melakukan evaluasi serupa kepada seluruh desa yang berada di empat Kecamatan. Sementara Pangkalan Lada dan Banteng sudah terlebih dahulu dilaksanakan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Desa, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Kobar, Kamis (14/1/2016).

Seperti diketahui pemerintah pusat, pada 2016 telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp47 triliun untuk pembangunan desa. Jumlah tersebut naik 26,2% jika dibandingkan pagu tahun 2015 sebesar Rp20,8 triliun.

Dengan asumsi ini maka setiap desa rata-rata akan mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp628,5 juta. “Khusus di Kabupaten Kotawaringin Barat rata-rata satu desa dari total 81 desa yang ada mendapatkan suntikan dana dari pemerintah berkisar antara satu hingga dua miliar rupiah.”

Dengan adanya peningkatan cukup tinggi ini tentunya aparatur desa dituntut untuk mampu mengelola anggaran dana desa dengan sebaik-baiknya baik dalam hal penyusunan APBdes, pertanggungjawaban anggaran hingga pengelolaan Silpa tahun lalu. (KK/B-7)