BORNEONEWS, Palangka Raya - Peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam beberapa pekan terakhir patut diwaspadai oleh masyarakat.
Apalagi dengan masuknya tahun ajaran baru, masyarakat, khususnya warga sekolah harus waspada terjadinya klaster sekolah.
Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menyampaikan pihaknya gencar melakukan patroli dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak abai terhadap protokol kesehatan, minimal memakai masker.
“Khusus untuk lingkungan sekolah, kami terus mengingatkan, agar menyiapkan sarana pencucian tangan dan memberikan ijin apabila salah satu warga sekolah baik guru dan murid mengalami gejala mirip covid 19,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Ahmad Syaifudi mengatakan, meski di tahun ajaran baru sudah diterapkan pembelajaran tatap muka 100 persen.
Namun menurutnya masih tetap memungkinkan diterapkan kembali pembelajaran daring jika memang ada warga sekolah baik guru dan peserta didik terpapar Covid-19.
“Akan diberlakukan kembali pembelajaran jarak jauh, sampai kondisi normal kembali, karena kesehatan merupakan prioritas utama, jadi kami tidak mau ambil resiko, intinya kami mengikuti anjuran pemerintah daerah,” pungkasnya.
--page
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Senin 25 Juli 2022 secara kumulatif, total kasus konfirmasi covid-19 berjumlah 57.515 kasus, pasien sembuh 55.591 orang, dan pasien meninggal 1.693 orang.
Kemudian untuk kasus aktif yang dirawat dirumah sakit ada 48 orang dan yang isolasi mandiri ada 183 orang. Jika berdasarkan persentase, maka persentase kesembuhan 96,65 persen, dalam perawatan 0,40 persen, dan meninggal 2,94 persen. (HERMAWAN DP/B-11)








