AIR pasang luapan Sungai Arut, mengepung Kelurahan Raja Seberang dan Mendawai Seberang, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng) sejak sepekan lalu. Ketinggian air saat ini sudah mencapai 70 cm hingga 1 meter, atau nyaris masuk ke rumah warga.

Air pasang bukan hanya terjadi di bantaran Sungai Arut. Tetapi meluas hingga jalan lintas Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam). Saluran irigasi yang berada di sisi kanan dan kiri jalan tersebut sudah tak mampu lagi menampung air.

Abidin, warga Raja Seberang, mengatakan sejak 5 tahun terakhir Kelurahan Raja Seberang sudah jarang terendam banjir. Namun, mulai surutnya luapan Sungai Arut di bagian hulu, menyebabkan ketinggian air di hilir justru naik.

Hal senada disampaikan Aji, warga Mendawai Seberang. Ia mengatakan air pasang perlahan-lahan mulai naik. Ketinggian air sudah hampir mencapai lantai rumah warga. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana

Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Hermon F Lyon sudah memprediksi terjadinya peningkatan debit air di hilir. Menurutnya, ini merupakan fenomena tahunan. “ Biasanya kalau banjir di hulu sudah surut maka air akan pasang di bagian hilir sungai,” tegasnya.

Sementara itu, banjir yang melanda Kecamatan Arut Utara (Aruta) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sejak pekan lalu tercatat telah merendam sebanyak 846 rumah, yang tersebar di 10 desa dan satu kelurahan. Dari jumlah tersebut Kelurahan Pangkut yang paling parah, dengan 235 rumah. (KK/MW/B-10)