BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yagasu Ke-21 pada 17 Juli 2022 dan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli 2022, Yagasu didukung oleh Reforest Action mengadakan webinar nasional dengan tema "Kontribusi Ekosistem Mangrove dalam Pengendalian Perubahan Iklim dan Pembangunan Berkelanjutan".
"Kegiatan ini berbentuk webinar dan diskusi ilmiah yang mengkaji permasalahan aktual dan faktual lingkungan khususnya ekologi mangrove saat ini," kata Direktur Program Yagasu, Dr Meilinda Suriani Harefa dalam sambutannya.
Adapun tujuan diadakannya webinar nasional ini, lanjut Meilinda, yaitu meningkatkan pemahaman peserta mengenai kontribusi ekosistem mangrove dalam pengendalian perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Yayasan Gajah Sumatera atau Yagasu adalah sebuah Non-Governmental Organization atau NGO yang berfokus pada konservasi alam dan mitigasi lingkungan dan perubahan iklim dan pemberdayaan masyarakat lokal melalui restorasi hutan mangrove di pesisir pulau Sumatra dan Jawa.
"Sampai saat ini, Yagasu telah berhasil mengikutsertakan masyarakat pesisir, komunitas, hingga pemangku kebijakan, untuk menanam lebih dari 30 juta mangrove baru di lahan seluar 12.300 hektar," kata Meilinda dalam sambutannya.
--page
Hari Mangrove Sedunia atau International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem ini menurutnya diadopsi oleh Konferensi Umum UNESCO pada tahun 2015 dan dirayakan setiap tahun pada tanggal 26 Juli.
"Tujuan peringatan hari mangrove ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove dan memberikan solusi akan pengelolaan dan konservasi yang berkelanjutan untuk hutan mangrove yang ada di seluruh dunia," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-5)









