BORNEONEWS, Palangka Raya - Profesor Kehutanan yang juga Ketua Program Studi S2 dan S3 PSL SPS Universitas Sumatera Utara atau USU, Profesor Ir Rahmawaty menjelaskan mengenai hutan mangrove pada webinar dalam rangka Hari Mangrove Sedunia yang dilaksanakan Yayasan Gajah Sumatera atau Yagasu pada Selasa, 26 Juli 2022 kemarin.
"Hutan mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam," kata Prof Rahmawaty dalam rilisnya kepada Borneonews pada Rabu, 27 Juli 2022.
Dia menuturkan, hutan mangrove memiliki zona tumbuh tertentu, dimulai dari yang paling kuat mengalami pengaruh angin dan ombak yaitu zona terdepan yang digenangi air berkadar garam tinggi dan ditumbuhi pohon pionir.
"Jika dijelaskan dari depan ke belakang, zona depan ini menghadapi ombak, tanah berlumpur, agak lembek dan salinitas tinggi," jelasnya.
Kemudian Zona Rhizophora, lanjut Prof Rahma, umumnya didominasi dengan tanaman bakau. Sementara Zona Bruguiera, umumnya didominasi oleh tanaman bakau jenis Bruguiera. Pada beberapa tempat sering dijumpai berasosiasi dengan Ceriops tagal. Zona ini salinitasnya sedang.
--page
"Terakhir, ada zona kering dan nipa. Salinitas sangat rendah dan tanahnya keras serta kurang dipengaruhi oleh pasang surut air laut," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)









