DARI penelusuran Borneonews, salah satu terduga bom bunuh diri pada insiden aksi teror di kawasan Plasa Sarinah (Jakarta Pusat), Dian Juni Kurniadi (DJK), diketahui kelahiran Kabupaten Tegal, 23 Juni 1990. Dia pernah menjadi kepala mekanik perusahaan peternakan ayam di PT Charoen Pokphand Jaya Farm (CPJF) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timir (Kotim), Kalimantan Tengah.
Sebelum kerja di PT itu, DJK yang diketahui masih bujang, bekerja di perusahaan kelapa sawit, masih di wilayah Kotim. “Selama dia di sini biasa-biasa saja, tidak ada gelagat yang aneh-aneh. Kalau keahliannya sih memang dia sebagai mekanik dan menguasai mesin. Instalasi listrik di sini dia semua yang menangani. Orangnya juga rajin,” jelas Manajer Unit PT CPJF Sampit, Kristiyono, Jumat (15/1/2016).
Selama dua tahun bekerja di PT CPJF, menurut Kristiyono, DJK tinggal sendiri di mess perusahaan. Dan, setahu dia, tidak pernah ada tamu istimewa atau temannya datang.
''Justru, mantan rekan kerjanya di perusahaan itu kaget mendengar kalau terduga pelaku bom Sarinah adalah DJK," kata Kristiyono.
Setelah keluar dari perusahaan itu pada September 2015, ia pun tidak tahu DJK mencari kerja di mana. Sebab, pasca mundur dia langsung putus komunikasi. (FI/B-1)








