PELAKSANAAN Pilgub Kalteng pada 27 Januari mendatang dikhawatirkan tidak diiringi dengan tingginya paritisipasi pemilih.

Apalagi berdasarkan penuturan sejumlah warga yang memilih bekerja dibandingkan datang ke tempat pemungutan suara.

Seperti yang disampaikan Madal, warga Jalan Setia Yakin, yang mengatakan akan menggunakan hak pilihnya jika tidak ada kesibukan.

“Waktu jadwal pemilihan pertama, saya pulang ke Sukamara karena ingin mencoblos. Ternyata diundur.  Jika memang kebetulan di rumah saya akan tetap mencoblos,” kata Madal, Jumat (15/01).
Warga lainnya Ami, menuturkan hal senada.

“Sekarang sudah tidak semangat seperti dulu saat akan dilakukan pemilihan tanggal 9 Desember 2015 lalu, kalau saat ini sepertinya biasa aja,” ucap Ami.

Terkait hal itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukamara, M Shaleh mengatakan pihaknya gencar melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Berbagai kegiatan kemasyarakatan pun mereka susupi untuk memberikan sosialisasi, baik itu jumlah pasangan calon maupun waktu pelaksanaan pemungutan suara.

“Kami terus melakukan sosialisai kepada masyarakat, sepeti sosialisasi jumlah pasangan calon di acara SMKN 1 Sukamara,” tegas M Shaleh.

Dirinya pun mengimbaub kepada masyarakat untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya,d emi kesuksesan demokrasi di Kalteng.(MG-13/B-11)