BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, HM Sriosako menilai, kegiatan Pumpung Hai sebagai upaya pelestarian adat dan budaya Kalteng serta benda-benda bersejarah atau pusaka suku dayak.
Menurutnya, suku dayak khususnya Kalteng patut berbangga dengan adanya kegiatan itu, terlebih lagi selama kegiatan Pumpung Hai telah memunculkan semangat rapat tumbang anoi puluhan tahun lalu. Hal itu dalam rangka membentuk Provinsi Kalteng.
"Harapan kita tentu setelah kegiatan ini akan ada banyak ide atau gagasan dari seluruh element masyarakat suku dayak untuk terus menjaga dan melestarikan adat dan budaya serta benda-benda bersejarah yang dimiliki daerah ini," ucapnya, Kamis, 28 Juli 2022.
Dikatakannya, suku dayak harus dapat bersatu turut berperan aktif membangun provinsi ini agar bisa terus mengalami kemajuan hingga mampu mewujudkan cita-cita yang diinginkan bersama. Ia uga meminta agar tidak perlu malu sebagai orang suku dayak, karena ini merupakan kebanggaan tersendiri sebagai anak bangsa ataupun daerah.
Selain itu, ia mengharapkan semua pihak baik organisasi adat maupun kemasyarakatan serta kepemudaan yang turut terlibat dalam kegiatan Pumpung Hai tersebut agar tetap menjaga silahturahmi dan kebersamaan, sehingga tercipta kerukunan antar sesama suku dayak di Kalteng ini.
--page
Kegiatan Pumpung Hai dilaksanakan selama 5 hari kedepan di Palangka Raya. Kegiatan dimulai sejak Rabu, 27 Juli 2022 dan akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2022 mendatang. Diharapkan, kegiatan ini bisa memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa terutama masyarakat di Kalteng, serta lestarinya adat dan budaya provinsi ini. (DONNY D/B-7)









