KEBERADAAN rental game online yang tidak mengenal waktu meresahkan para orang tua dan tenaga pendidik. Seperti yang diungkapkan Sri Widarto, Kepala SMPN 11 Arsel Pangkalan Bun. “Saya sangat prihatin kalau rental game online buka non stop sampai pagi. Ini sangat mengganggu mental para pelajar,” ungkap Sri Widarto kepada <>Borneonews<>, belum lama ini.
Ia meminta agar Pemkab Kobar membatasi jam operasional rental game online. “Paling tidak sampai pukul 21.00 atau 24.00 WIB, jangan sampai dini hari.”
Menanggapi permasalahan tersebut, anggota DPRD Kobar Tuslam Amirudin mengatakan, saat ini para pengusaha game online hanya berorientasi pada keuntungan yang besar. Para pengusaha tidak memikirkan dampak kecanduan game bagi pelajar. “Saya tidak melarang rental game online di Pangkalan Bun, tapi perlu ditinjau lagi perizinannya guna melindungi anak-anak dari dampak buruk,” tegas Tuslam Amirudin.
Tuslam Amirudin juga meminta kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya. “Kalau sudah kecanduan game online, pikirannya dipenuhi oleh permainan yang mengasyikan, seperti ngadu bola balapan motor, mobil, adu jotos, bahkan judi poker. Permainan tersebut selain merusak mental juga merusak mata, karena berjam-jam memandang sinar dari layar kaca video game,” tegasnya.
Bupati Kobar Bambang Purwanto berjanji segera menertibkan para pengusaha rental game online. “Nanti saya lihat izin usahanya sekaligus dirapatkan tentang pemberlakukan jam malam untuk para pelajar,” beber Bupati. (MW/B-2)


