PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perdagangan, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota (DPKUKMP) Palangka Raya mencatat adanya pertumbuhan industri kecil menengah (IKM) meski pandemi Covid-19.

"Pertumbuhan itu ada dari pelaku yang naik kelas dan ada juga warga yang langsung terjun ke dunia industri," kata Kepala Bidang Perindustrian, DPKUKMP Palangka Raya Margalis, Kamis 28 Juli 2022.

Saat ini pihaknya juga terus melakukan pembaharuan data terkait penambahan pelaku IKM dari berbagai jenis produk yang dihasilkan. Namun sampai saat ini pihaknya mencatat ada 4.133 unit usaha yang masuk kategori industri.

Jumlah itu berpotensi bertambah seiring pendataan penambahan pelaku industri. Produk unggulan pada IKM di Kota Cantik kata dia, terdiri atas berbahan dasar kayu, kerajinan, pangan, sandang dan batik benang bintik serta berbahan dasar logam, mesin, kimia, elektronik, alat angkut dan lainnya.

Dalam rangka membina dan terus mengembangkan industri di kota setempat, Pemko juga mendirikan sentra IKM khusus pengolahan kayu dengan luas 14 hektare dengan jumlah 40 pelaku industri.

Selain itu, juga membentuk sentra IKM terpadu di kelurahan yang fokus pada pemanfaatan dan pengembangan potensi di masing-masing wilayah.

--page

"Kami juga terus melakukan pembinaan, pendampingan, sosialisasi hingga penyaluran bantuan bagi para pelaku IKM sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi," pungkasnya. (HENDRI/B-11)