FILM Senyap atau dalam bahasa Inggris berjudul The Look of Silence berhasil masuk nominasi Best Documentary Feature ajang Academy Awards ke-88.
Dalam ajang yang memerebutkan Piala Oscar itu, Senyap bersaing dengan empat film lain.
Yaitu Amy, Cartel Land, What Happened Miss Simone, dan Winter on Fire: Ukraine’s Fight for Freedom.
Film arahan Joshua Oppenheimer itu masih terkait dengan film dokumenter The Act of Killing yang juga digarap Joshua.
The Act of Killing atau dalam bahasa Indonesia berjudul Jagal, masuk dalam nominasi Oscar 2014.
Secara garis besar, Senyap menguras emosi mereka yang peduli kemanusiaan dengan cara menyaksikan bagaimana keluarga korban yang dituduh terkait PKI dikonfrontasi dengan para algojo pembantai PKI.
Adi Rukun, tokoh sentral dalam Senyap adalah adik dari orang yang dibantai karena dianggap PKI.
Adi belum lahir ketika sang kakak jadi bulan-bulanan para pembantai itu.
Namun dia mendengar cerita bagaiama kakaknya dihabisi dengan cara tidak manusiawi.
Lantas Adi dipertemukan dengan para pembantai kakaknya itu. Pertemuan itulah yang sangat menggugah emosi.
Bagaimana batas antara pelaku-korban melebur dan bagaimana kerelaan harus dipilih ketimbang dendam.
Lepas dari sisi emosional, film Senyap meluruskan sejarah pembantaian PKI dari sudut pandang yang berimbang.
“Saya rasa peristiwa 1965 adalah titik awal pelanggaran HAM yang lain di Indonesia.
Dari situlah rezim ‘senyap’ mulai terbentuk dengan cara membuat seluruh rakyat trauma. Dengan trauma itu rakyat menjadi diam,” kata Joshua dalam wawancara dengan media pada November 2014.
Proses penggarapan Senyap tidak singkat. Joshua secara berkala membangun komunikasi intens terhadap para algojo dan keluarga yang sanak familinya pernah dianggap PKI.
Joshua butuh waktu 11 tahun sampai akhirnya bisa merilis Senyap pada 2014. Di Indonesia, pemutaran film Senyap beberapa kali menemui kendala.
Salah satunya terjadi di Malang. Desember 2014, LSM Pribumi dan beberapa anggota Pemuda Pancasila membubarkan paksa pemutaran film Senyap.
Kasus serupa juga terjadi di Yogyakarta. Joshua dalam wawancara yang sama menegaskan bahwa Senyap adalah film Indonesia.
Belasan Warga Negara Indonesia yang terdiri atas para akademisi hingga sineas turut menggarap film Senyap, tapi mereka memilih tercatat sebagai anonim.
(MI/B-6)








