PALANGKA RAYA –

BORNEOEWS, Palangka Raya - Allah SWT berkehendak lain terharap kakek Sonen, asal Pacitan. Mbah Sonen akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah dirawat beberapa hari di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya.

Mbah Sonen meninggal Kamis 28 Juli 2022 sekitar pukul 10.00 WIB. Kabar meninggalnya mbah Sonen yang sebelumnya hidup sebatang kara di Kota Palangka Raya mengundang duka dari Lurah Langkai, Sri Wanti dan para relawan dari Yayasan Mutiara Hati Peduli Sesama.

Tak terkecuali anak semata wayang mbah Sonen bernama Saniyem dan cucunya bernama Reva juga tak kuasa menahan kesedihan atas meninggalnya ayahnya yang dia baru temui selama 4 hari.

Saniyem dan Reva baru datang ke Kota Palangka Raya setelah difasilitasi pihak Kelurahan Langkai dan Dinas Sosial Kota Palangka Raya agar bisa bertemu dan merawat ayahnya selama dirawat di rumah sakit.

Namun fakta berkata lain. Meski sempat bertemu dengan ayah kandungnya hanya 4 hari, akhirnya mbah Sonen meninggal. Bagi Saniyem, pertemuan dengan ayahnya ini merupakan pertemuan pertama kali dan terakhir kalinya selama hidupnya.

Bagimana tidak, selama hidup, Saniyem baru pertama kali ini melihat sang ayah. Sewaktu Saniyem masih berusia 4 tahun, ia harus ditinggal merantau ke Kalimantan dan selama 31 tahun tidak pulang ke kampung halamannya di Desa Karangmulyo RT 15 RW 08, Pacitan, Jawa Timur.

Meski demikian, Saniyem masih mengaku bersyukur meski bisa bertemu dengan sang ayah disaat sudah tua. Saniyem pun mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan dermawan yang sudah memfasilitasi pertemuannya dengan sang ayah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Lurah Langkai dan dinas sosial yang sudah membelikan tiket pesawat sehingga saya bisa datang ke Palangka Raya," sebutnya.

Saniyem dan anaknya Reva menemani jenazah mbah Sonen di ruang jenazh RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya
Saniyem dan anaknya Reva menemani jenazah mbah Sonen di ruang jenazah RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya

Saniyem menuturkan ayahnya merantau ke Kalimantan tidak ada kabar. Awalnya diajak tetangga, tapi tetangganya sudah pulang ke Pacitan, sedangkan ayahnya tidak sampai sekarang.

Di sisi lain sang ibu juga setia menunggu kepulangan sang ayah. Bahkan sampai saat ini sang ibu juga tidak menikah. Pihak keluarga mengira mbah Sonen sudah meninggal, karena selama 31 tahun tidak ada kabar lagi.

Dimakamkan di TPU Tjilik Riwut Km 12

Sementara itu sekitar pukul 15.00 WIB jenazah mbah Sonen disalatkan di ruang jenazah RSUD Doris Sylvanus dan kemudian langsung dibawa menggunakan mobil ambulans milik Yayasan Mutiara Hati Peduli Sesama ke TPU Jalan Tjilik Riwut Km 12.

Suasana haru mengiringi pemakaman mbah Sonen. Lurah Langkai, Sri Wanti tak kuasa menahan tangis. Begitu pula para relawan dan pelayat juga mengangis haru.

Sementara itu malam hari juga dilakukan pembacaan tahlil di masjid di wilayah Flamboyan bawah atau belakang PDAM Palangka Raya. Tahlilan ini akan dilakukan selama 3 hari.

Lurah Langkai, Sri Wanti pun mengucapkan terima kasih kepada para relawan dan semua pihak yang sudah bersedia membantu proses perawatan sampai pemakaman mbah Sonen. (ROKIM/B-6)