PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalteng dan Pemko Palangka Raya memilih Kelurahan Kereng Bangkirai sebagai salah satu penggerak utama pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan eksistensi dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Palangka Raya sebagai ibukota Provinsi Kalteng dipandang perlu untuk membuat kawasan yang bisa menjadi pilot project bagi kabupaten lainnya dalam hal pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Ketua TP-PKK Kalteng, Ivo Sugianto Sabran.

Sementara itu Kepala Disbudpar Provinsi Kalteng, Adiah Chandra Sari menyampaikan bahwa dipilihnya Kereng Bangkirai karena dekat dengan pusat kota dan menjadi tempat tujuan wisata yang ramai dikunjungi pada hari libur.

Dia menyebutkan di Kelurahan Kereng Bangkirai terdapat kelompok perajin anyaman purun, perajin rotan, ukiran kayu, pembuat teh dan racikan akar bajakah, pembuat kerupuk nasi, tahu tempe, dan aneka kuliner lainnya. Hanya saja masih ada beberapa hambatan yang dialami.

“Hambatan yang kami alami di Kereng Bangkirai adalah kreativitas perajin purun yang minim, harga yang relatif mahal, pemasaran yang terbatas, terbatasnya sarana dan prasarana," jelasnya.

Kemudian hambatan lainnya yakni belum terbentuknya kesadaran akan kebersihan lingkungan, SDM perajin memiliki usia rata-rata 50 tahun ke atas sehingga mempengaruhi proses produksinya.

Meski begitu ia menjelaskan ada beberapa solusi yang dapat diambil terhadap permasalahan tersebut. Misalnya melalui pemanfaatan tanaman rasau sebagai alternatif pengganti purun.

--page

Kemudian membantu pemasaran produk perajin, pengadaan lomba kebersihan serta pendampingan dari perangkat daerah terkait, BUMN, Perbankan, Perguruan Tinggi dan Organisasi Masyarakat.  (HENDRI/B-11)