SI pencuri cabai sekaligus pelaku pencurian kendaraan bermotor, Imam Ari Widodo (25), warga Desa Kadipi Atas Simpang Runtu Km 34 RT 5, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), ternyata sering berdiam diri di pojokan.

Hal itu terungkap dari pengakuan Misno (54), orang tua Imam. Bahkan di mata Misno, anaknya itu mengalami tekanan batin. “Setelah dipaksa cerai oleh mertuanya setahun lalu, ia menjadi sangat pendiam dan jarang berbicara dengan keluarga. Bila ada acara kumpul keluarga, anak saya tersebut selalu berdiam diri di pojok ruangan,” ujar Misno kepada Borneonews saat mendatangi Mapolres Kobar, Rabu (13/1/2016).

Selain itu, Imam juga jarang berkomunikasi dengan keluarga dan tidak pernah menyahut bila diajak berbicara. Misno mengaku heran kenapa anaknya sampai mencuri cabai. “Padahal kami menanam cabai juga, lha kok anak itu malah nyuri cabai punya orang lain, “ ujar lelaki yang berprofesi sebagai petani ini.

Misno juga mengaku tidak mengetahui motor yang digunakan anaknya saat mencuri cabai itu adalah motor curian. “Motor tersebut punya siapa saya tidak tahu. Sebelumnya memang saya pernah belikan dia motor berjenis MX.

Karena motor itu mau dijual oleh anak saya, makanya saya ambil lagi,” ujar lelaki tua itu dengan nada polos.

Terpisah, Kapolsek Pangkalan Lada Ajun Komisaris Polisi Fatkhadin Ali Najib, mengatakan, beberapa tahun lalu tersangka pernah ditangkap lantaran mencuri buah sawit hasil tanaman warga. “Saya tidak ingat kapan tahunnya.

Namun informasi anggota Polsek Pangkalan Lada tersangka ini pernah ditangkap dengan kasus tersebut hingga menjalani sidang di pengadilan dan mendapatkan vonis penjara,” jelas Kapolsek, Jumat (15/1/2016).

Seperti diberitakan, Imam diketahui menggunakan motor curian setelah tertangkap mencuri cabai, Senin (11/1/2016) lalu. Untuk kasus pencurian cabai, warga yang melaporkannya ke Polisi sudah bersedia berdamai dan mencabut laporannya. Namun, untuk kasus curanmor yang dilakukan tersangka tetap berlanjut. (YD/B-2)