BORNEONEWS , Sampit - Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor menyindir masyarakat yang enggan memasang bendera merah putih di depan rumah atau tempat usahanya. Ia juga mempertanyakan kewarganegaraan oknum masyarakat tersebut.
"Apa mereka warga atau pemilik toko ini bukan warga Indonesia. Seharusnya mereka malu dan harus berpartisipasi dalam merayakan hari besar tanah air ini," kata Halikinnor, Minggu 31 Juli 2022.
Menurut Halikinnor ia mengamati masih ada oknum masyarakat, terutama di pertokoan jarang terlihat memasang pernak-pernik kemerdekaan. Padahal, pengelola pertokoan tersebut juga bagian dari warga negara Indonesia.
Untuk menyemangati lagi masyarakat untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Halikinnor berencana membagikan 10.000 bendera secara gratis.
"Saya akan membagikan 10.000 bendera, masih kami anggarkan," ucapnya. Hal ini agar masyarakat termotivasi untuk memajang pernak-pernik bertema kemerdekaan di lingkungan masing-masing.
Rencananya 10.000 bendera merah putih itu akan dibagikan secara merata ke masyarakat. Ia berharap bendera tersebut dapat difungsikan oleh masyarakat yang menerima.
--page
Ia juga terus mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut memeriahkan peringatan HUT RI tahun 2022 ini. Salah satunya dengan memasang berbagai pernak-pernik kemerdekaan, seperti bendera, umbul-umbul, dan lain-lain.
“Saya imbau seluruh masyarakat untuk mengibarkan bendera di lingkungan masing-masing. Khususnya bagi perkantoran, dan toko agar memasang lampu hias supaya lebih meriah,” katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









