PEMKAB Kotawaringin Barat (Kobar) berencana menutup lokalisasi yang ada di kabupaten berjuluk ‘Bumi Marunting Batu Aji’, termasuk lokalisasi yang ada di Kecamatan Pangkalan Banteng, Sungai Pakit. Namun, menurut Camat Pangkalan Banteng Aliransyah, lokalisasi Sungai Pakit sejauh ini tidak membuat onar dan gaduh.
Bahkan, dalam pengoperasiannya pun, tidak ada masyarakat setempat yang menjadi pengunjung ke lokalisasi yang diakuinya berada sekitar 7 kilometer dari jantung Kecamatan Pangkalan Banteng. “Ya kalau keputusan itu sudah ditetapkan oleh pemda kami harus mengikuti, tapi selama ini aman-aman saja,” kata dia, Jumat (15/1/2016).
Pernyataan Camat Pangkalan Banteng tentang kekondusifan lokalisasi mendapat tanggapan dari Wakil DPRD Kobar, Ahmadi Riansyah. Dia mengatakan, lokalisasi bukan hanya aman dari konflik sosial semata, tapi dari sisi religius dan kesehatan juga harus menjadi diperhatikan.
“Mungkin yang dimaksud dia (Aliransyah) aman karena tidak ada perkelahian dan lain sebagainya, padahal dampak dengan adanya lokalisasi itu kan salah satunya menjadi sarang penyebaran HIV/AIDS,” jelas Ahmadi.
Di sisi lain, Aliransyah mengamini jika di wilayahnya ada dua pekerja seks komersial (PSK) yang menderita HIV/AIDS. Namun, kedua PSK ini sudah menjalani pengobatan secara rutin di Puskesmas Karang Mulya. “Yang sudah positif terjang ada dua orang, masih di sana (lokalisasi) belum dipulangkan,” katanya. (CP/B-2)


