PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan anggaran sebesar Rp53 miliar untuk hadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2022.

Kesiapan anggaran tersebut berasal dari alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Reboisasi. Digunakan untuk pencegahan, pemadaman, penanganan pasca Karhutla.

Termasuk juga untuk, patroli, operasi pencegahan dan pemadaman oleh satgas melibatkan masyarakat peduli api dan belanja sarana prasarana.

“Pemprov Kalteng juga telah mencadangkan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) sebesar Rp250 Miliar, yang salah satunya untuk penanganan darurat bencana Karhutla jika terjadi,” kata Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo seperti dikutip dari MMC Kalteng baru baru ini.

Edy menyampaikan terkait penanganan potensi Karhutla selain anggaran pemerintah provinsi Kalteng telah melakukan berbagai langkah.

--page

Dimulai dengan kesiapan personil sekitar 10.654 orang, kemudian kesiapan peralatan penanganan Karhutla di wilayah Provinsi Kalteng.

Termasuk mengaktifkan posko dan pos lapangan satuan tugas pengendali Karhutla Provinsi Kalteng pada 19 Lokasi prioritas yang sumber dananya dari DBH-DR tadi. (HERMAWAN DP/B-5)