PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Merebaknya Subvarian baru Omicron yakni BA.4 dan BA.5 memang mengkhawatirkan. Apalagi subvarian tersebut telah digolongkan dalam variant of concern (VoC) oleh badan kesehatan dunia (WHO). Meski demikian, penyebaran varian tersebut masih bisa ditekan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Rini Fortina mengatakan, untuk dapat menekan penyebaran varian baru diperlukan kerjasama dan kepatuhan atas dua hal, yakni protokol kesehatan khususnya memakai masker dan aktif mengikuti vaksinasi booster.

“Saat ini protokol kesehatan terlalu longgar pasca adanya larangan membuka masker di luar ruangan. Semakin rendah tingkat kepatuhan masyarakat pakai masker apalagi di keramaian, maka tanda dan gejala epidemiologis dari varian baru ini menjadi semakin besar,” katanya.

Masyarakat pun diharapkan untuk waspada terhadap Subvarian Omicron tersebut. Sebab, subvarian ini memiliki ciri, yakni adanya perpaduan dari sifat Delta dan Omicron.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Minggu 31 Juli 2022, kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 29 kasus.

Kasus tersebut terdiri dari Palangka Raya 19 kasus, Katingan enam kasus, Pulang Pisau dua kasus, Kapuas satu kasus, dan Kotawaringin Timur satu kasus.

--page

Sedangkan pasien sembuh bertambah 13 orang, yakni Katingan lima orang, Kapuas tiga orang, Seruyan dua orang, serta tiga kasus lainnya dari Gunung Mas, Barito Selatan, dan Pulang Pisau. (HERMAWAN DP/B-5)