Peristiwa kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tragis yang menewaskan Syifa Sulistia (16) akibat dilindas truk pengangkut CPO di perempatan lampu merah Jalan Pelita-Jalan HM Arsyad, Selasa (12/1/2016) lalu mendapatkan reaksi keras dari warga.

Menurut Ketua Forum Bersama (Forbes) LSM Kabupaten Kotim Audy Valent, warga sangat menyayangkan peristiwa tragis tersebut. Pasalnya, truk CPO itu menabrak korban dari belakang saat berhenti di traffic light (lampu merah). Warga Jalan HM Arsyad mengaku siap memblokir truk bermuatan berat agar tidak masuk dalam kota.

“Beberapa warga dari empat RT di Jalan HM Arsyad dan sekitarnya menemui kami setelah kejadian itu dan menyatakan keinginannya untuk memblokir truk angkutan berat agar tidak masuk ke kota,” terang Audy saat ditemui <Borneonews> di sekretariatnya, Jumat (15/1/2015)

Ia melanjutkan warga waswas setelah angkutan CPO menabrak anak sekolah. Mereka khawatir kejadian serupa akan terulang dan korbannya istri atau anak-anak mereka. Pasalnya, setelah peristiwa laka lantas itu, truk-truk bermuatan berat tetap saja lalu lalang di jalanan dalam kota terutama di jam-jam sibuk mulai siang hingga sore hari.

“Oleh karena itu, saya meminta instansi terkait konsisten menegakkan aturan mengenai larangan angkutan berat masuk kota. Sebab selain membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, kendaraan bermuatan berat seperti itu juga menjadi penyumbang terbesar kerusakan jalan di dalam kota,” tegas dia.

Audy mencontohkan saat kendaraan bermuatan berat itu pecah ban di jalan, dampaknya selain mengganggu arus lalu lintas, kerusakan jalan berupa lubang mengangga juga banyak terjadi. Hal itu disebabkan muatan truk itu tidak mampu lagi ditahan oleh kapasitas jalan. (RF/B-8)