Dampak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kecamatan Suling Tambun, Kabupaten Seruyan, tidak sebatas mengentaskan krisis listrik masyarakat setempat. Namun juga bisa menimbulkan dampak lainnya yakni bisa menjadi obyek wisata dan media belajar.
Pasalnya, PLTMH yang dibangun pada 2015 kemarin ini dibangun di salah satu potensi wisata Seruyan yaitu air terjun Tumbang Langkai. Kemudian, pembangkit listrik ini juga sarat akan penerapan ilmu pengetahuan karena menggunakan sumber daya alam sebagai media utamanya.
Demikian disampaikan Bupati Seruyan Sudarsono di Tumbang Langkai, Kecamatan Suling Tambun beberapa waktu lalu. “Ini bisa menjadi obyek wisata dan menjadi obyek pembelajaran bagi anak-anak sekolah,” kata dia.
Menurutnya, proyek ini bisa menjadi proyek percontohan yang berskala besar. Sedangkan pembangkit listrik seperti ini yang berkapasitas kecil juga berada di Seruyan, satu unit di Desa Pangke dan satunya di Desa Riam Batang, Kecamatan Seruyan Tengah. “Yang di Pangke kapasitasnya sekitar 40 KVA,” katanya.
Sudarsono mengungkapkan, untuk mendukung sarana ini menjadi suatu obyek wisata dan obyek belajar. Maka pihaknya harus membenahi masalah akses jalan dari dan menuju lokasi PLTMH ini. Dimana lokasinya yang berada di tengah rimba Kalimantan diantara lembah perbukitan yang membuat PLTMH ini sulit dicapai dengan kendaraan biasa.
“Masalah akses jalan dari dan menuju lokasi ini akan kita tingkatkan. Jadi, orang akan dengan mudah datang dan melihat kesini, melihat turbin dan sekaligus melihat air terjunnya,” ungkapnya.
Meskipun ini sebuah peluang untuk mendongkrak potensi parisiwata di Bumi Gawi Hatantiring khususnya di Kecamatan Suling Tambun yang notabene adalah daerah paling hulu atau pucuknya Kabupaten Seruyan. Tetapi hal ini tidak masuk dalam fokus pembangunan pemerintah daerah pada tahun ini.
“Tetapi ini memang baru rencana dan tidak kita janjikan pada tahun ini juga untuk mengembangkannya. Karena kita masih berkutat pada hal-hal yang sangat urgent dan sangat penting.” (PPost/B-8)


