PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palangka Raya tidak ingin gegabah dalam menangani kelompok masyarakat eks pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Sebaliknya, pemkot ingin membina mereka supaya bisa kembali ‘ke jalan yang benar’.
Menurut Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, bisa saja masyarakat yang tergabung dalam Gafatar hanya karena faktor ikut-ikutan. Mereka sebenarnya tidak begitu mengerti apalagi sampai masuk jauh ke dalam jaringan inti.
Oleh sebab itu, pembinaan terhadap eks Gafatar diperlukan supaya mereka tidak dikucilkan masyarakat.
“Anggota Gafatar yang ada di wilayah kita itu kan bukan berarti inisiator, tetapi bisa jadi karena ketidaktahuan saja lalu ikut. Ini yang harus dicermati sebagai rendahnya informasi publik yang diakses mereka. Tugas kita adalah pembinaan,” ungkap Mofit seusai mengadakan rapat bersama seluruh pimpinan SKPD dan camat di Aula Bappeda, Jumat (15/1/2016).
Wakil Wali Kota pun meminta semua camat menerapkan cara persuasif dan langkah pendekatan lainnya dalam membina eks anggota Gafatar.
Dengan cara itu, eks pengikut aliran atau organisasi yang sekarang sudah dibubarkan pemerintah tersebut tidak merasa dikucilkan.
Jika memang di antara mereka terkualifikasi sebagai inisiator, Mofit meminta aparat keamanan lebih tegas dalam melakukan penegakan hukum. Ia juga mengaku siap mem-back up Polri dan TNI dalam melakukan penindakan.
“Saya meminta camat dan lurah memonitor, lalu dekati dengan tindakan persuasif. Sebab kita bisa salah langkah karena persepsi dan pengetahuan yang keliru,” sebutnya. (RZ/B-3)


