PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan dalam pembangunan kawasan budidaya udang Shrimp Estate, lingkungan menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.

Kepala Dislutkan Kalteng, Darliansjah mengatakan perhatian tersebut ditunjukan dengan upaya kerja sama bersama Universitas Palangka Raya dalam rangka pelatihan dan penanaman kembali mangrove.

“Pelatihan itu dimaksud agar nantinya masyarakat bisa melakukan penanaman mangrove sendiri,” kata Darliansyah di Palangka Raya baru baru ini.

Kemudian, lanjut dia, dalam Detailed Engineering Design (DED) dan master plan dari shrimp estate, pihaknya ada mendesain instalasi pembuangan limbah termasuk didalamnya sampah.

“Jadi kami berupaya agar seaman mungkin, sehingga tidak berdampak ke laut, maupun ke tempat pembudidayaan udang,” katanya.

Ia berharap pengembangan Shrimp Estate di Kabupaten Sukamara kedepan bisa menjadi pemicu untuk pengembangan budidaya di kabupaten kabupaten lainnya.

--page

“Pemprov Kalteng berupaya membangun Shrimp Estate ini menjadi model di sekitar wilayah Sukamara dan di kabupaten pesisir lainnya, serta menjadi trigger bagi wilayah lainnya sehingga sektor kelautan dan perikanan di Kalteng bisa terangkat,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-5)