SUDAH saatnya Kota Pa­­langka Raya memi­liki ter­minal transit. Tu­­juan­nya untuk men­­ce­gah truk berbobot be­sar me­lintasi jalan kota dengan muatan yang melebihi keten­tu­an.

Selama ini, truk bertonase be­sar dengan mudah keluar-masuk kota sehingga berpo­ten­­si merusak jalan protokol mau­pun jalan arteri yang ke­las tonasenya kecil.

Usulan mengenai pemba­ngun­an terminal transit itu di­sampaikan Kepala Dinas Per­hubungan (Dishub) Kota Pa­langka Raya Renson.

Menurut dia, keberadaan ter­minal transit dengan fasilitas timbang akan memaksa truk besar bermuatan berat memindahkan barang yang dibawa ke truk yang lebih ke­cil.

Manfaatnya cukup besar yak­­ni untuk melindungi aspal jalan supaya tidak cepat ru­sak. Selama ini, katanya, le­mahnya sistem penegakan hu­kum terhadap truk ber­muat­an berat lantaran tidak ada fasilitas penunjang.

“Sudah seharusnya kita ini pu­nya terminal transit. Jadi truk berkapasitas besar deng­an tonase di atas rata-rata itu kita paksa menurunkan ba­rang muatannya. Lalu dipecah-pecah dan dimuat ke truk kecil. Sehingga yang ma­suk ke kota hanya truk kecil. Ini akan menjadikan jalan­ kita awet, tidak mudah ru­sak, dan tidak mengharuskan pe­me­liharaan terus,” ungkap Ren­son.

Tegakan aturan

Di pihak lain, anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Ju­matni, menginginkan ada­nya penegakan aturan yang te­­gas mengenai kelas jalan. Dengan begitu kendara­an atau truk berbobot di atas 8 ton seharusnya dilarang me­masuki jalur kota oleh pe­tu­gas Dishub.

“Seharusnya diperketat lagi upa­ya untuk menghentikan ken­daraan besar dengan muat­an yang melebihi tonase, agar jangan lagi (kendaraan ber­tonase besar) bebas masuk kota,” pinta Jumatni, Ju­mat (15/1).

Politisi Partai Amanat Nasio­nal (PAN) itupun menyebut­kan bahwa selama ini masih banyak truk besar melenggang bebas di jalur kota. Con­toh­nya dari arah Tjilik Riwut Km 11 ke atas. Seharusnya, ka­ta Jumatni, truk itu ber­be­lok ke arah jalur lingkar luar. Namun yang terjadi justru se­baliknya.

“Kan sudah ada jalan lingkar luar, kondisinya juga mulus, tapi masih saja lewat ja­lan protokol, terus lurus ma­suk ke kota. Padahal di Km 10 juga ada pos jaga Dishub, na­mun kurang difungsikan optimal,” sebutnya. (B-3)